general

Perdana punya uang bulanan? Yuk coba 5 cara simple dalam mengelola keuangan

Apakah kamu maba yang pertama kali memegang uang bulanan?

Apakah kamu sedang frustasi kenapa uang bulananmu cepat habis?

Apakah kamu sedang bingung menentukan metode mengatur keuangan yang tepat?

Ya sama, aku juga.

Jangan keluarkan kalimat “kenapa bikin artikel ini?” dalam hati lalu berniat keluar dari page ini. Tolong jangan.

Kali ini Nechi, kali pertama dalam tahun-tahun ngeblognya, membahas tema yang sedikit berat dari yang biasanya. Sesuai dengan judul yang terpampang duluan diatas, kita akan membahas tentang keuangan. Tentu saja kalian pernah yang namanya menyentuh duit. Duit Indonesia asli, duit-duitan yang gambarnya barbie, dan duit-duit lainnya yang pernah kamu jumpai di dunia ini.

Memang ada sih yang bilang tanpa duit hidupnya bahagia, tapi dengan duit juga kamu bertahan hidup. Apakah duit ditanganmu dapat menghidupimu terus menerus tanpa pengelolaan yang baik dan benar?

5 cara simple dalam mengelola keuangan

Dikala pertama kali memegang duit bulanan pribadi dari orangtua, aku ga ada pikiran sama sekali buat bagi-bagiin uang bulanan. Uang kost, tarik duit. Mau khilaf, transfer duit. Mau makan, tarik duit. Belanja, gesek teroos. Awalnya ngerasa pengeluaranku baik-baik aja, ngerasa banyak sisanya abis bayar kost. Lalu aku mencoba shopping online. Khilaf banyak printilan untuk bullet journaling sampai skincare hingga nyaris bablas. Belum tanggalnya bunda transfer duit bulanan, duit di ATM tinggal beberapa lembaran merah.

Iya, saat itu aku masih pemula dalam mengurus finansial untuk diri sendiri.

Semester 1 terlewati, akhirnya aku memutuskan khatam dari khilaf berlebihan. Aku seketika kepikiran untuk membagi duit biar ga keteteran lagi. Aku hitung total uang makan dan jajan, referensi dari catatan bulan-bulan sebelumnya. Aku batasin uang belanja, terus mulai bikin daftar belanja biar ga beli barang yang ga perlu.

Uang yang wajib keluar bakal ku keluarin duluan, biar ga kecampur sama jatah yang ga wajib dan dapat berubah sewaktu-waktu. Tujuan utamaku supaya tetap bisa khilaf, namun meminimalisir kebablasan. Kalau bisa sih menyimpan 100 ribu untuk hal yang ga terduga. Misalnya uang bulanan telat transfer, or something else.

Untuk membantu melacak pengeluaran, aku mendesain file excel sedemikian rupa supaya aku bisa tahu kemana duitku lenyap dan total dan sisa uangnya berapa. Entah kenapa seketika terlintas di otakku untuk menggunakan MS Excel, menggantikan buku kecil yang saat itu sudah full. Sekalian biar ga ada yang namanya salah total, apalagi menghitung dua kali. Membuat semacam tracker yang bekerja secara otomatis tentu saja menghemat waktu. Tinggal isi, lalu cek total. Hati tenang, pikiran damai, ngegame tanpa beban.

mengelola keuangan - excel

Akhir tahun 2018, seorang bullet journalist memposting suatu layout bullet journal yang ditujukan untuk mengatur keuangan, atau kerennya biasa disebut Budget Tracker. Beliau menjelaskan bagaimana cara membagi pengeluaran menjadi Fix Expenses (pengeluaran wajib yang pasti keluar setiap bulannya) dan Variable Expenses (pengeluaran yang sifatnya dapat berubah sewaktu-waktu). Dari beliau aku recreate layout yang dibuat oleh beliau dan menyesuaikannya dengan kebutuhanku. Setelah di coba selama sebulan, aku merasakan bahwa mengatur uang bulanan bisa se simple ini dan bisa lebih tertata rapi dibandingkan caraku sebelumnya. Hingga bulan ini, aku terus recreate layoutnya untuk kebutuhanku.

Setelah melalui segala naik turunnya mengatur finansial, aku belajar banyak hal dari pengalaman. Semoga naik turunku ini hanya aku yang merasakannya, kalian yang baca mending gausah. Mending mari kita bahas cara menata uangmu se simple past tense mungkin tapi tetap rapi.

Niat dan Komitmen

mengelola keuangan - niat

Segala sesuatu memang butuh niat. Mau mandi ya niat, mau belajar ya niat, mau sholat kudu niat, dan begitu pula dengan mengatur keuangan sangat dibutuhkan niat, dan juga komitmen. Tanpa niat dan komitmen, aku yakin kalian ga bakal mau mengatur uang bulanan kalian dengan baik. Cinta aja butuh komitmen, masa ngatur duit ga pakai komitmen?

Rencanakan Pengeluaran

mengelola keuangan - planning
Photo by William Iven on Unsplash

Sudah pasti dong kalian udah punya planning kemana duit ini akan keluar. Untuk mempermudah perencanaan kalian, coba kalian buat dua bagian di selembar kertas. Bagian pertama ditulis Fix Expenses, yang kedua ditulis Variable Expenses.

Isi Fix Expenses dengan list pengeluaran yang wajib keluar dan jumlahnya udah fix banget (Uang kost, listrik, pulsa, wifi dll), dan isi Variable Expenses dengan list pengeluaran yang ga akan pernah fix hingga akhir masa (Jajan, khilaf, laundry, makan dll). Dengan begini kamu tau mana yang perlu di prioritaskan.

Catat Pengeluaran

mengelola keuangan - mencatat
Photo by Kelly Sikkema on Unsplash

OF COOOOOUURRRSSEEEEE YOU MUST RECORD YOUR EXPENSES SISTURRRR.

Kalau kamu ga mencatat pengeluaranmu, kamu pasti panicc pas menghitung duit sisamu. Seenggaknya dengan mencatat pengeluaranmu, ada bukti autentik dan detail mengenai pengeluaran yang telah terjadi.

“Loh kok tinggal segini, kan harusnya segini. Yang segini ilang kemana?”

Familiar?

Of course, baby. Its your nightmare.

Bedakan Want (butuh) dan Need (ingin)

mengelola keuangan - berpikir
Photo by Mathew Schwartz on Unsplash

Nah bagian sini kadang agak sulit sih. Sesuatu yang kamu butuhkan adalah sesuatu yang kamu inginkan. Tapi belum tentu sesuatu yang kamu inginkan adalah sesuatu yang kamu butuhkan. Nah loh?

Kalau belum paham letak “Butuh” dan “Ingin”, kita bisa bikin contoh. Misalnya, kamu ingin makan. Tentu saja makan itu kebutuhan soalnya kalau ga makan kamu bakal kelaparan atau bakal mati. Tapi apakah kamu pengen makan sushi di Sushi Tei untuk memenuhi asupan perut dikala lapar? Ndak mesti toh?

Kesimpulan dari premis penjelasan di atas adalah need atau butuh itu sesuatu yang harus dipenuhi untuk bertahan hidup. Want atau ingin itu sesuatu yang kamu pengennnn bingid tapi ga semuanya dibutuhkan untuk bertahan hidup dan kamu juga ga bakal mati mengenaskan kalau itu ga terpenuhi.

Sip bahasa gue berad sodaraku. Tapi seenggaknya kamu paham.

Setelah penjelasan singkat barusan, ternyata keinginan dan kebutuhan juga mempengaruhi kamu dalam mengelola keuangan. Kadang keinginan bisa jadi kebutuhan karena egomu yang terlalu tinggi, sampai kamu lupa mempertanyakannya, kamu butuh apa engga. Makanya kita perlu tahu apa yang kamu butuhkan, biar tidak dibutakan oleh sebuah keinginan.

Seperti kata mama kamu, pentingkan kebutuhan daripada keinginan. Cara simple untuk bedain yang mana butuh yang mana ingin? Gampang, coba aja merenung terus mempertanyakan pertanyaan seperti di bawah ini kalau mau beli sesuatu.

Aku nek rak tuku iPhone XS sesok aku modar rak?”

Nek dewe rak tuku pulsa listrik saiki, sesok aku iso ngecas henpon rak yo?”

Manfaatkan aplikasi pengatur keuangan

mengelola keuangan - money tracker
Photo by Yura Fresh on Unsplash

Alhamdulillah sekarang udah jaman digital, jaman orang dah megang handphone apalagi smartphone. Mumpung punya smartphone, manfaatkan aplikasi yang tersedia dengan smart juga. Kamu bisa mendownload berbagai macam aplikasi Money Tracker yang tersedia di App Store atau Google Play.

Berbagai fitur disediakan oleh aplikasi Money Tracker seperti Review bulanan, review kategori dengan pengeluaran terbanyak bahkan reminder untuk mengingatkanmu untuk menginput pengeluaran hari ini. Smart bukan?

Jika kamu tidak mau mengatur pengeluaran secara manual (harus input dulu baru keliatan), ada nih salah satu rekomendasi pengatur keuangan yang bisa mengatur keuanganmu langsung, yaitu Jenius.

Jenius punya segala fitur unik yang membantu kamu untuk mengelola keuangan. Mau nabung? Tinggal klik tab Save It di navigation menunya Jenius, terus pilih deh layanan mana yang mau kamu pake buat tabungan. Mau misahin Fix Expensive dan Variable Expensive tapi gamau di satu saldo yang sama, takut kebablasan khilaf? Gampang tenan, kamu tinggal bikin x-Card (debit tambahan) buat menampung Fix Expenses kamu agar uang yang ada di kartu m-Card (debit utama) tidak di ganggu gugat. Beres deh. Hati tenang, ngegame lancar.

“Jenius kan semacam bank tuh, kan ada kartu debit. bukannya kartu debit cuma bisa 1 ya? Kalo mau bikin kartu debit lagi ya kudu buka rekening dong?”

No no sisturs, makanya aku bilang Jenius tuh unik. Kenapa? Ya karena segalanya dipermudah. Registrasi tinggal lewat handphone, aktivasi tinggal janjian ama crew. Beda kalau aku yang tinggal diluar Jabodetabek, kudu ngapelin kantor BTPN nya dulu ea. Setelah aktivasi? Udah loh, dah kelar. Nikmati fitur-fitur yang aku sebutin diatas tadi.

Masih mau nanya lagi? Coba aja dulu.

By the way, Jenius menyediakan wadah untuk berbagi ide dan inspirasi dibidang finansial yang disebut dengan Jenius Co.Create. Kalau kamu lagi butuh inspirasi atau motivasi dalam hal finansial ataupun kamu ingin berbagi tips dan trik finansial ala kamu, Jenius Co.Create mungkin tempat yang tempat untuk kamu. Kunjungi situs Jenius Co.Create disini kalau merasa mulai penasaran dan muncul rasa ingin tahu yang tinggi.

Nah itulah cara jenius dalam mengelola keuangan. Semoga kamu yang keuangannya lagi ga bener bisa di benerin, yang lagi bingung dan kaget semoga bisa terbiasa, dan semoga yang masih khilaf berlebihan bisa dikurangi sesuai kebutuhan.

Tagged , , ,

1 thought on “Perdana punya uang bulanan? Yuk coba 5 cara simple dalam mengelola keuangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *